Renungan

Menakjubkan sungguh urusan orang yang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak terjadi kecuali pada orang beriman. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Ahad, 28 Disember 2008

Muslim Australia Protes: Mengungkap Persekongkolan Penguasa Mesir, Hentikan Kezaliman di Gaza

Mukmin itu bersaudara, oleh sebab itu Muslim Australia tidak rela saudaranya di Palestin dijajah oleh Israel. Di depan Konsulat Mesir, kaum Muslim Australia yang dipimpin oleh Hizbut Tahrir Australia menyuarakan protes atas pengkhianatan penguasa Mesir terhadap Palestin, Sabtu (27/12/08). Baru-baru ini Presiden Mesir Housni Mubarak berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipni Livni. Pada hari yang sama, teroris Israel secara brutal membantai sekurang-kurangnya 140 warga Muslim Palestin.

Aksi protes ini dimulai dengan berjalan kaki dari Masjid Surry Hills menuju Konsulat Mesir. Mereka berjalan kaki dengan melantunkan zikir, takbir dan meneriakkan seruan mereka. Panji Raya Rasulullah yang bertulis kalimat tauhid pun berkibar dengan megah di bumi Kanggaru tersebut.

Di samping itu, mereka membawa poster-poster yang berisi slogan-slogan seperti, "Wahai tentara Muslim! Lindungi Gaza bukan Israel", "Bersabarlah Gaza, Kami Tak Melupakkan Kalian", "Khilafah akan segera membebaskan Palestin".

Setelah tiba di depan Konsulat Mesir, pemimpin acara, Br. Mustaq dengan perasaan yang mendalam, menyampaikan tujuan aksi protes tersebut untuk bersatu melawan segala penindasan yang menimpa kaum muslim. Masalah Palestin bukanlah masalah orang Arab atau warga Palestin, tetapi ianya adalah masalah kaum muslim keseluruhan yang perlu diselesaikan dengan cara islam.

"Kenyataan, kita sebagai kaum muslim perlu berjuang untuk Islam dan untuk saudara-saudara kita di luar negeri. Sudah dimaklumi bahawa kita tidak dapat mengharapkan apa-apa pun dari pemerintah kita," tegas Mustaq.

"Mereka tidak lain hanyalah tirani yang tidak pernah mendukung kaum muslim dan kita harus berhenti berharap pada mereka," tambahnya lagi.

Dalam acara itu, tampil sebagai pembicara pertama, Fawaz, yang berbicara tentang alasan mereka hadir di depan Konsulat Mesir itu. Diikuti oleh pembicara lainnya, iaitu Doktor Housam yang berbicara dalam bahasa Arab. Ia menyatakan penolakannya atas rejim jahat, terutama rejim Mesir yang telah bekerjasama dalam pemboikotan dan pengepungan Gaza.

Sister Maryam, wakil daripada Muslimah Hizbut Tahrir Australia, menyampaikan pesan singkat, mengungkap persekongkolan penguasa Muslim dengan Israel. Beberapa hari lalu, Menteri Luar Negeri Tzipi Livni, yang telah bertemu dengan pegawai tinggi Mesir pada hari Khamis, di tengah-tengah meruncingnya kekerasan di Gaza.

Ia juga mengingatkan kepada kaum muslim bahawa penguasa Mesir secara memalukan telah bertemu dengan pegawai Israel untuk membincangkan nasib Gaza, sementara mereka menolak untuk menolong saudara mereka sendiri, kaum Muslim di Palestin. Sungguh memalukan, sikap penguasa Mesir yang tidak mengindahkan panggilan anak-anak yang kelaparan serta tangisan kaum ibu, tetapi di sisi yang sama mereka bertoleransi serta berkompromi dengan melakukan perbincangan perdamaian dengan ketua negara ‘illegal’ Israel itu, ungkapnya.

Sebagai penutup, Syeikh Abu Anas dari Hizbut Tahrir Australia, memberikan ringkasan serta menyampaikan pesan yang sangat penting. Ia menyeru kaum Muslim untuk bersatu dan terus berdiri untuk kaum Muslim lainnya, bukan hanya Gaza, tetapi juga Chechnya, Kashmir, Iraq, Somalia, Afghanistan dan semua negeri yang tertindas. Ia mengingatkan dengan firman Allah SWT, "Jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan terhadap merak" (TQS. 8: 72).

Acara tersebut akhirnya ditutup dengan doa untuk kaum Muslim di berbagai negeri serta memohon Agar kaum Muslim diberikan kekuatan untuk tetap bekerja siang dan malam dalam menegakkan kembali pelindung ummah, Al-Khilafah, Satu-satunya penyelesaian untuk melindungi kaum Muslimin di seluruh dunia.

Pada hari yang sama, keganasan tentera Israel kembali terungkap dengan serangan yang dilancarkan mereka yang mengakibatkan lebih dari 230 warga Palestin dan ratusan lainnya cedera. Serangan ganas Israel ini dilakukan selang beberapa hari setelah Menteri Luar Israel Tzipni Livni berjabat tangan dengan Presiden Mesir Housni Mubarak di Kairo. Jika komuniti Muslim Australia saja berani berbicara untuk menentang kezaliman Israel, lalu di manakah keberanian para Penguasa Muslim saat ini yang di belakang mereka terdapat jutaan tentera kaum Muslim?

0 comments: